Cari
Sabtu, 05 Agustus 2017
Cartoons Indonesia - Uni Emirat Arab Akan 'Menyeret' Gunung Es Di Antartika untuk Memerangi Kekeringan
Uni Emirat Arab Akan 'Menyeret' Gunung Es Di Antartika untuk Memerangi Kekeringan.
Keadaan yang putus asa akan menghasilkan pula tindakan yang putus asa. Tidak ada hal yang seputus asa Proyek Gunung Es Emirates. Proyek ini adalah sebuah rencana baru untuk membawa gunung es batu raksasa di Antartika untuk memerangi kekeringan di Uni Emirat Arab. Proyek tersebut diumumkan pekan lalu oleh National Advisor Bureau Limited, sebuah lembaga di Abu Dhabi. Projek ini akan menyeret gunung es Antartika lebih dari 9.200 km (5.717 mil) melintasi Samudera Hindia, dan menancapkannya di pantai Emirates sebagai sumber air minum.
"Ini adalah air paling bersih di dunia," kata Sulaiman Al Shehi, direktur pengelola Biro Penasihat Nasional yang bermarkas di Abu Dhabi, kepada Gulf News. "Kami telah merumuskan rencana teknis dan finansialnya. Penyeretan ini adalah metode terbaik dan kami akan memulai proyek ini pada awal 2018."
Anda tidak percaya? Berikut rencana dasarnya.
Gunung es rata-rata mengandung 20 miliar galon air tawar. Jumlah ini cukup untuk memuaskan dahaga 1 juta orang selama lima tahun, klaim National Advisor Bureau Limited. Gunung es itu akan diseret melintasi Samudra Hindia untuk menempuh perjalanan selama sepanjang tahun ke Fujairah, sebuah emirat di pantai timur Uni Emirat Arab. Simulasi komputer telah mengindikasikan bahwa gunung es akan kehilangan sekitar 30% dari total massa di sepanjang jalan. Setelah berlabuh di tempat tujuannya, perusahaan akan menjalankan operasi pengolahan air, yang akan menjadikan gunung es ini menjadi balok-balok kecil. Balok es kutub ini kemudian akan hancur menjadi air minum, yang bisa disimpan di tangki besar untuk diproses.
Proyek ini dirancang untuk mengatasi kenyataan bahwa Uni Emirat Arab akan segera kehabisan air bersih untuk minum, dan proses desalinasi mungkin tidak bisa diandalkan. Pada tahun 2015, Associated Press melaporkan bahwa air tanah di negara tersebut dapat mengering dalam waktu hanya 15 tahun. Pembangunan di kota-kota semakin merusak lingkungan dan mereka akhirnya hanya mengandalkan air laut untuk memasok 98% kebutuhan air minum mereka. Pemerintah telah mengatakan bahwa air menjadi lebih penting daripada minyak saat ini. Konservasi tampaknya tidak banyak menjadi prioritas bagi banyak penduduk setempat.
"Sebuah studi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa menemukan bahwa penduduk UEA dan sebagian besar tetangga Teluk menggunakan sekitar 500 liter (132 galon) air per hari. Yang merupakan salah satu pengguna tertinggi di seluruh dunia," laporan Associated Press.
Al Shehi mengakui bahwa perpindahan gunung es ini akan menarik perhatian para turis. Perusahaannya memprediksikan bahwa gunung es tersebut akan menghasilkan cuaca sendiri di pantai Fujairah. "Itu akan menciptakan pusaran, yang akan menarik awan dari seluruh wilayah," katanya kepada Gulf News. "Udara yang dingin dari gunung es itu akan menyebabkan palung dan badai hujan melintasi Teluk Arab dan wilayah selatan Jazirah Arab sepanjang tahun.". "Saat udara naik mengembang, mendingin dan mengembun karena penurunan tekanan udara... maka uap air terkumpul di awan, mereka menjadi berat dan turun seperti hujan," tambahnya.
Balok es besar yang berada di bawah sinar matahari akan memiliki beberapa efek langsung pada atmosfir, oleh karena itu terjadinya hujan akan sedikit susah, kata Linda Lam, ahli meteorologi di Weather.com. "Mengingat perbedaan besar antara suhu es dan air di sekitarnya, beberapa efek lokal mungkin terjadi, termasuk pengembangan awan di sekitar gunung es," kata Lam. "Namun, mengingat interaksi kompleks yang terlibat, termasuk pola cuaca, tampaknya tidak ada kemungkinan badai hujan di wilayah ini sepanjang tahun."
Akankah proyek ini benar-benar terjadi?
Al Shehi mengatakan bahwa meskipun banyaknya skeptisisme, firmanya sudah mulai memetakan rute tersebut. Mereka sebenarnya bukan kelompok pertama yang mencoba hal tersebut.
Pada tahun 1970-an, insinyur Prancis Georges Mougin ditugaskan oleh pangeran Saudi Mohammad Al-Faisal untuk bergabung dengan sekelompok insinyur dan penjelajah kutub, dan meluncurkan sebuah proyek baru yang disebut Iceberg Transport International. "Faisal merencanakan untuk membungkus gunung es seberat 100 juta ton dengan kain layar dan plastik dan menariknya dari Kutub Utara ke Laut Merah, walaupun biayanya diperkirakan mencapai $ 100 juta," David Zax melaporkan kepada Fast Company pada tahun 2011. "Untuk konferensi 'pemanfaatan gunung es', dia bahkan berhasil mengirimkan blok es raksasa sebesar 2 ton dari Alaska ke Iowa, untuk mendinginkan minuman para delegasi. Pengiriman dilakukan lewat kapal, helikopter, pesawat terbang, dan truk."
Walaupun rencananya terlihat sudah matang, tetapi delegasi Emirates mulai menyadari jumlah dana dan kemungkinan keberhasilan proyek yang sebenarnya. Pada tahun 2011, Mougin masih mencoba untuk merumuskan sebuah rencana terbaik untuk penarikan gunung es Antartika. Setelah lebih dari tiga dekade, kenyataannya masih belum terrealisasi. Apa mungkin Al Shehi dan timnya memiliki informasi lebih?
Situasi di planet yang semakin mengerikan, membuat para peneliti dan insinyur giat mempelajari 'gagasan besar' untuk mengatasi masalah terkait iklim kita.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar