Cari

Sabtu, 05 Agustus 2017

Cartoons Indonesia - Mengenang Awal Mula Kemerdekaan Indonesia, Terimakasih Pejuang!


Pada hakikatnya setiap manusia mempunyai hak untuk merdeka begiu pula bagi suatu bangsa, setiap negara mempunyai hak untuk merdeka dan mempertahankan kemerdekaannya. Dengan kemerdekaan maka suatu bangsa akan memiliki kebebasan untuk menentukan arah dan tujuan bangsanya sesuai dengan apa yang telah direncanakan dan itu demi kesejahteraan rakyatnya. Sedikit cerita ke masa lalu, 17 agustus 1945 adalah hari yang paling bersejarah bagi Indonesia hari dimana NKRI memperoleh hak atas kesengsaraanya pada kala itu yaitu hak untuk bebas dan merdeka, sebagai generasi penikmat kemerdekaan tak baik rasanya jika kita sebagai generasi penerus bangsa lupa akan sejarah masa silam.




Nasional Kompas
Mari belajar dan mengigat kembali kronologi Indonesia mencapai kemerdekaannya di masa lalu. Semua kisah dimulai saat bumi pertiwi di jajah oleh bangsa asing seperti Portugis, Belanda, hingga Jepang tentu misi utama mereka hadir di Indonesia untuk menguras kekayaan negeri serta memperbudak rakyat pribumi.

Zaman Portugis

Dimulai pada tahun 1512 oleh bangsa Portugis merupakan bangsa Eropa pertama yang tiba di kepulauan yang sekarang menjadi Indonesia, dan mencoba untuk menguasai sumber rempah-rempah yang berharga dan untuk memperluas usaha misionaris Katolik Roma. Upaya pertama Portugis untuk menguasai kepulauan Indonesia adalah dengan menyambut tawaran kerjasama dari Kerajaan Sunda. Pada tahun 1522, pihak Portugis siap membentuk koalisi dengan Sunda untuk memperoleh akses perdagangan lada yang menguntungkan. Tahun tersebut bertepatan dengan diselesaikan penjelajahan dunia oleh Magellan. Ada suatu waktu ketika Portugis gagal untuk memenuhi janjinya untuk kembali ke Sunda Kalapa pada tahun berikutnya untuk membangun benteng dikarenakan adanya masalah di Goa/India. Perjanjian inilah yang memicu serangan tentara Kesultanan Demak ke Sunda Kelapa pada tahun 1527 dan berhasil mengusir orang Portugis dari Sunda Kelapa pada tanggal 22 Juni 1527. Tanggal ini di kemudian hari dijadikan hari berdirinya Jakarta. Gagal menguasai pulau Jawa, bangsa Portugis kembali mencoba peruntungan di wilayah timur yaitu ke Maluku. Melalui penaklukan militer dan persekutuan dengan para pemimpin lokal, bangsa Portugis mendirikan pelabuhan dagang, benteng, dan misi-misi di Indonesia bagian timur termasuk pulau-pulau Ternate, Ambon, dan Solor. Kehadiran Portugis di Indonesia terbatas pada Solor, Flores dan Timor Portugis setelah mereka takluk di Ternate pada tahun 1575, dan setelah penaklukan Belanda atas Ambon, Maluku Utara dan Banda. Pengaruh Portugis terhadap budaya Indonesia relatif kecil: sejumlah nama marga Portugis pada masyarakat keturunan Portugis di Tugu, Jakarta Utara, musik keroncong, dan nama keluarga di Indonesia bagian timur seperti da Costa, Dias, de Fretes, Gonsalves, Queljo, dll. Dalam bahasa Indonesia juga terdapat sejumlah kata pinjaman dari bahasa Portugis, seperti sinyo, nona, kemeja, jendela, sabun, keju, dll.

Zaman Spanyol

Pelaut Spanyol berhasil mencapai Kepulauan Maluku pada tahun 1521 setelah terlebih dahulu singgah di Filipina disambut baik oleh rakyat Tidore. Bangsa Spanyol dimanfaatkan oleh rakyat Tidore untuk bersekutu dalam melawan rakyat Ternate. Maka pada tahun 1534, diterbitkan perjanjian Saragosa (tahun 1534) yang isinya antara lain pernyataan bahwa bangsa Spanyol memperoleh wilayah perdagangan di Filipina

sedangkan bangsa Portugis tetap berada di Kepulauan Maluku.

Zaman Belanda




Boombastis
Zaman kolonial Belanda dapat di bilang masa penjajahan terlama yang pernah dialami oleh bangsa  Indonesia, banyak versi yang menjelaskan durasi masa penjajahan bangsa Belanda ini ada yang menuliskan 350 (1596-1942) tahun ada juga yang berpendapat hanya 126 tahun (1816 – 1942), namun yang pastinya masa ini adalah masa kolonialisme terlama yang pernah terjadi di NKRI. Menurut sejarah Belanda tiba di Indonesia pada tahun 1596 dan pada zaman penjajahan Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda). Pada tanggal 20 Maret 1602, Verenigde Oostindische Compagnie atau disingkat VOC didirikan oleh Belanda yang merupakan sebuah badan perdagangan atau perusahaan dengan hak monopoli terhadap perdagangan di wilayah Asia. Tujuan dari pembentukan VOC adalah sebagai berikut:

-       Berusaha menguasai baik pelabuhan penting serta kerajaan-kerajaan di wilayah Indonesia.

-       Melakukan monopoli perdagangan.

-       Mengatasi persaingan yang ada antara pedagang Belanda dengan pedagang Eropa lainnya.

Monopoli perdagangan VOC dilakukan dengan cara kekerasan terhadap penduduk yang berasal dari daerah penghasil rempah-rempah di Indonesia. Selain itu, mereka juga melarang dan mengancam orang-orang bukan Belanda apabila ingin berdagang dengan para penduduk lokal dari daerah penghasil rempah-rempah.  Pada tahun 1799, VOC yang mengalami banyak masalah dan akhirnya bangkrut dibubarkan. Berikut alasan-alasan pembubaran VOC:

-      Pegawai VOC banyak yang tidak terlalu cakap dalam mengendalikan monopoli perdagangan, selain itu mereka juga banyak yang melakukan korupsi.

-      Hutang VOC yang semakin menumpuk dikarenakan peperangan dengan Inggris dan juga rakyat Indonesia sendiri.

-      Para penguasa semakin merosot moralnya akibat sistem monopoli yang dilakukan.

-      Prajurit VOC banyak yang tewas dalampeperangan.

-      Aturan pringan dan penyerahan wajib yang dilakukan untuk mengisi kas VOC tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Penjajahan Belanda terhadap Indonesia benar-benar berakhir saat Pemerintah Jepang melakukan penyerangan. Tanggal 27 Februari 1942 tentara Jepang berhasil mengalahkan armada gabungan dari Negara Amerika, Inggris, Belanda, dan Australia. Kemudian, di bawah pimpinan Letnan Jenderal Hitoshi Imamura, tentara Jepang mulai menginjakkan kaki ke Pulau Jawa. Di sana Letnan Jenderal Hitoshi Imamura mengancam akan menyerang Belanda apabila tidak segera menyerah. Pada akhirnya setelah mengalami kekalahan terus menerus dari pihak Jepang, Tjarda van Starkenborgh Stachouwer sebagai Jenderal Hindia Belanda menyerah dan dan ditangkap.

Zaman Inggris

Pemerintah Inggris mulai menguasai Indonesia sejak tahun 1811 dengan mengangkat Thomas Stamford Raffles sebagai Gubernur Jenderal di Indonesia. Ketika Raffles berkuasa sejak 17 September 1811, ia telah menempuh beberapa langkah yang dipertimbangkan, baik di bidang ekonomi, social, dan budaya.

Penyerahan kembali wilayah Indonesia yang dikuasai Inggris kepada pihak Belanda dilaksanakan pada tahun 1816 dalam suatu penandatanganan perjanjian. Pemerintah Inggris diwakili oleh John Fendall, sedangkan pihak dari Belanda diwakili oleh Van Der Cappelen. Sejak tahun 1816, berakhirlah kekuasaan Inggris di Indonesia.

Terdepaknya Belanda dari tanah air bukan berarti invasi bangsa asing terhadap Indonesia berakhir tepatnya pada tahun 1942 kolonialisme Jepang terhadap Indonesia dimulai. Jepang menjajah Indonesiaselama 3,5 tahun terhitung sejak 1942- 17 agustus 1945.

Meski terbilang singkat, zaman penjajahan Jepang dikenal dengan zaman paling kejam untuk rakyat pribumi dan dikenal juga sistem kerja paksa romusha pada masa ini, bagaimana tidak sebagian besar rakyat pribumi disiksa, dijadikan budak dan prajurit perang, dan hal diluar nalar manusia lainya. Pada Tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyatakan menyerah kepada pasukan Sekutu, setelah dua kota industri di Jepang, Hiroshima dan Nagasaki dibom atom oleh Amerika Serikat dan 3 hari setelah kejadian itu tepatnya tanggal 17 agustus 1945 Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya melalui proklamasi yang dibacakan oleh Ir. Soekarno.

Moment menyerahnya Jepang terhadap sekutu sangat dimanfaatkan oleh Indonesia, Desakan golongan muda meminta agar Bung Karno dan Bung Hatta membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia terus disuarakan. Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok.

Para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, yang tergabung dalam gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran, dan pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945 mereka menculik Soekarno dan Hatta, dan membawanya ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai peristiwa Rengasdengklok. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya.

Akhirnya pada keesokan harinya tepat pukul 10 pagi tanggal 17 agustus 1945 berlokasi  di jalan Pegangsaan Timur 56 Ir. Soekarno dan Moh. Hatta membacakan proklamasi NKRI serta dikibarkanya sang pusaka Merah putih untuk pertama kalinya, akhirnya Indonesia mendapatkan kemerdekaannya.

Sedikit mengambil kutipan fenomenal dari Presiden pertama RI Ir. Soekarno yang berbunyi ‘’Jangan sekali-kali melupakan sejarah (JASMERAH)’’.

Sepakat dengan kutipan tersebut sebagai generasi penerus bangsa selayaknya kita mengingat dan mengenang masa-masa sulit bangsa ini di masa lampau, tidak mudah untuk merebut suatu kemerdekaan dan memperoleh kebebasan.

Sejatiya yang hidup pada masa ini hanyalah sekedar penikmat atas jerih payah mereka di masa silam dan patut bagi kita untuk mempertahankan dan membuat negeri ini berkembang lebih baik.

Belajar dari masa lalu jadikanlah bumi pertiwi sebagai bangsa yang selalu disegani oleh bangsa lain dimulai dari kini hingga nanti. Ingat, kita telah masuk ke ranah reformasi sebuah ranah yang juga kita perjuangkan pada masa silam maka wajib bagi kita untuk mencapai tujuan-tujuan reformasi yang telah kita harapkan sebelumnya.

Terimakasih para pahlawan kami, akan kami jaga warisanmu ini ‘’BANGSA INDONESIA’’.

Selamat menyongsong 72 tahun NKRI

Tulisan ini saya dedikasikan untuk seluruh rakyat Indonesia

17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar