Cari
Selasa, 08 Agustus 2017
Cartoons Indonesia - Kapal Listrik Bikinan Anak Bangsa Itu Diberi Nama 'Iriana'
Menjelang HUT RI ke 72, Indonesia mendapat kado baru, berupa kapal bertenaga listrik karya anak bangsa. Hanya tiga negara yang memiliki kapal listrik tersebut, Jepang, Taiwan dan kini Indonesia. Namanya pun diberi nama mirip ibu negara " Iriana".
"Kapal ini semuanya di kerjakan di Indonesia oleh anak Indonesia pula tidak ada tenaga asing. Ini karya anak bangsa untuk Indonesia yang kini berusia 72 tahun," kata Haneco W Laurenzi, Direktur Utama PT Andalas Bahtera Baruna (ABB) kepada wartawan di Jakarta. Selasa (8/8).
Terkait dengan nama kapal MV Iriana yang sama dengan nama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Haneco mengatakan secara kebetulan memang dirinya dan para pekerja memberikan nama seperti itu. "Tentunya kami berharap kapal ini bisa menjadi kado bagi Indonesia karena anak-anak bangsa sudah mampu membuat kapal bertenaga listrik yang di dunia hanya dibuat di Jepang dan Taiwan," tambahnya.
Kapal MV, Iriana tersebut, berbobot 10.000 dwt, dengan panjang 117 meter dan lebar 25.5 meter itu, dikerjakan selama setahun di galangan kapal Batam dengan menghabiskan dana 20 juta dolar AS.
Saat ini kapal tersebut sudah digunakan mengangkut semen curah dari Batam menuju Tuban, jawa Timur. Bahkan kini kapal tersebut juga tengah berlayar dari Medan menuju Tuban. Jika dibandingkan dengan kapal mesin biasa, kapal listrik ini lebih ekonomis." Bisa lebih murah 20 persen dari kapal mesin biasa," katanya lagi.
MV Iriana sebelumnya telah diluncurkan dari galangan kapal PT Sumber Marine Shipyard, Tanjunguncang, Batam, Kepulauan Riau. Menurut Haneco Laurenzi, kapal MV Iriana tersebut telah mengantongi sejumlah izin dan persyaratan dari Direktorat Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dan kriteria internasional sehingga sudah layak beroperasi untuk pelayaran di dalam perairan dalam negeri maupun internasional.
Perusahaan, katanya, membangun kapal ini sebagai upaya untuk menyukseskan tol laut yang digaungkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo karena mampu mengangkut semen curah ke berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, pembangunan kapal ini sejalan dengan langkah pemerintah yang menempatkan sektor maritim sebagai salah satu program prioritas dalam pembangunan nasional, termasuk juga di dalamnya adalah pengembangan industri galangan kapal.
"Melalui visi kemaritiman, saat ini pemerintah berupaya agar sektor industri galangan kapal nasional mempunyai daya saing di tingkat global," ujarnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar