Cari
Senin, 07 Agustus 2017
Cartoons Indonesia - Dua Korea Lahir dari Coretan Tangan Seorang Kolonel Amerika
Bulan Agustus merupakan bulan keramat bagi bangsa Indonesia karena pada tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya dari penjajahan bangsa lain. Setelah 3,5 abad dijajah oleh Belanda yang dilanjutkan dengan pendudukan oleh 'saudara tua' Jepang selama 3 tahun, bapak bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II menjadi momen yang tepat untuk melakukan hal tersebut setelah melalui berbagai pergerakan yang dimulai sejak tahun 1908 dengan berdirinya Boedi Oetomo.
Sama halnya Indonesia, Korea pun mengambil kesempatan untuk memproklamasikan kemerdekaan mereka setelah kejatuhan Jepang ini, namun menempuh jalan yang berbeda dan menyakitkan bahkan membuat negara ini terpecah menjadi dua.
Dilansir dari history.com [13/04/2017], Jepang mencaplok semenanjung Korea pada tahun 1910 dan menguasai wilayah ini sampai selesainya Perang Dunia II. Meskipun bangsa ini serumpun namun rupanya ada perbedaan dalam asal usul mereka. Orang-orang di Selatan berasal dari orang jaman Neolitic, sementara orang-orang di sebelah utara berasal dari keturunan China. Ini mungkin yang membuat Korea Utara dekat dengan pemerintahan China.
Pasca Perang Dunia II bisa dilihat juga sebagai perang pengaruh antara dua paham besar saat itu yaitu komunisme yang dipelopori oleh Uni Soviet dan liberalisme yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Hal ini tampak jelas saat berakhirnya PD II tersebut, dimana Uni Soviet menduduki bagian utara semenanjung Korea sementara Amerika Serikat mendarat di bagian Selatan.
Dalam sebuah perundingan dengan pihak Uni Soviet, seorang kolonel AD Amerika Serikat bernama Dean Rusk - yang kemudian diangkat menjadi menteri luar negeri AS - mengambil sebuah map dan tanpa pikir panjang membuat sebuah garis di peta tersebut yang akan membagi semenanjung itu menjadi dua negara. Uniknya, pihak Uni Soviet segera menyetujui garis tersebut - yang sekarang dikenal sebagai garis bujur 38 derajat. [Jika masih ingat pelajaran geografi, garis khatulistiwa adalah garis yang membelah bumi menjadi dua bagian, yaitu utara dan selatan], demikian dilansir dari washingtonpost.com [17/05/2017]
Garis coretan dari sang kolonel-lah yang akhirnya membuat Korea terbelah menjadi dua negara, yaitu Republik Rakyat Demokratik Korea di Utara yang dipimpin oleh Kim Il-Sung dan Republik Korea di Selatan.
Sejarah kemudian mencatat bahwa dua jalan berbeda yang ditempuh oleh kedua negara membuat kehidupan rakyatnya berbeda 180 derajat.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar