Cari

Sabtu, 05 Agustus 2017

Cartoons Indonesia - Candi Prambanan, Saksi Bisu Kisah Cinta yang Bertepuk Sebelah Tangan


Kisah, di daerah Prambanan, Sleman, Yogyakarta, hiduplah seorang Putri Raja yang berparas cantik nan jelita. Kemolekan wajah dan lentik matanya seakan menyihir hati setiap insan yang memandanginya.Walaupun lahir dan dibesarkan dalam lingkungan yang serba mewah namun Ia nampak sederhana dan murah senyum terhadap siapapun yang ditemuinya.

Senyum manis yang tersungging di bibirnya, bak mawar merah merekah dikala pagi hari, sehingga pangeran-pangeran dari negeri seberang berlomba-lomba ingin mempersuntingnya. Putri Mahkota Prambanan tersebut bernama: Roro Jonggrang dan Ayahnya diketahui bernama: Prabu Baka yang konon berkuasa atas Kerajaan Prambanan.

Dikisahkan, masa kepemimpinan Prabu Baka, Ayah Roro Jonggrang tak berlangsung lama karena mati terbunuh dalam duel maut melawan Pangeran Bandung Bondowoso yang tak lain adalah Putra dari Prabu Damar Moyo yang konon merupakan Raja Pengging. Setelah Ayah Roro Jonggrang meninggal, Pangeran Bandung Bondowoso menduduki wilayah Prambanan dan mengambil alih kekuasaan secara penuh.

Suatu ketika, Pangeran Bandung Bondowoso tak sengaja melihat Roro Jonggrang lewat di depan Istana yang sedang didudukinya. Sang Pangeran-pun terpikat oleh kecantikan Roro Jonggrang dan berniat untuk segera mempersuntingnya. Pangeran Bandung Bondowoso-pun mengutarakan niatnya untuk melamar Roro Jonggrang sebagai permaisurinya, namun kebencian Roro Jonggrang kepada Pangeran Bandung Bondowoso masih mengebu-gebu karena telah membunuh Ayah kandungnya. Rasa Cinta Pangeran Bandung Bondowoso ternyata dibalas dengan rasa kebencian yang menyala-nyala dari Roro Jonggrang. Dalam persoalan ini, Roro Jonggrang benar-benar dilema karena diberikan dua pilihan yang beresiko tinggi terhadap kehidupan Roro Jonggrang selanjutnya. Jika Roro Jonggrang menyambut dan menerima Cinta Pangeran Bandung Bondowoso maka resikonya adalah Ia akan hidup didalam suatu kebahagiaan yang semu, sebaliknya jika ia menolak cinta Pangeran Bandung Bondowoso maka resiko hukuman berat bahkan hukuman mati pasti akan diterimanya.

Roro Jonggrang mulai mencari siasat untuk menggagalkan niat Pangeran Bandung Bondowoso dengan memberinya sebuah persyaratan yakni Roro Jonggrang akan menerima pinangan Pangeran Bandung Bondowoso apabila pangeran mampu menggali dua unit sumur air dan membangun seribu unit Candi dalam jangka waktu 1 malam atau setara dengan 12 jam saja. Sang Pangeran-pun bersedia melakukan tantangan Roro Jonggrang demi rasa cintanya. Setelah hari mulai malam, dengan kesaktiannya, Pangeran Bandung Bondowoso mengumpulkan Jin-Jin dan Makhluk-Makhluk halus lainnya untuk bergotong-royong membangun seribu Candi dan menggali dua unit sumur sesuai dengan permintaan Roro Jonggrang. Sementara Pangeran Bandung Bondowoso mengerjakan Candi-Candi-nya, Roro Jonggrang tidak kehabisan siasat. Ia mengumpulkan Dayang-Dayang yang masih setia menemaninya dam memerintahkan untuk membakar jerami di setiap sawah yang telah selesai dipanen dan memukul lesung (alat yang digunakan untuk menumbuk padi tradisional) untuk mengelabui para jin agar mengira fajar mulai menyingsing.

Ketika melihat sinar hasil pembakaran jerami ayam-ayam jantan mulai berkokok dan para jin mulai meninggalkan Pangeran Bandung Bondowoso sendirian.

Roro Jonggrang memerintahkan Dayang-Dayang-nya untuk menghitung semua candi yang berhasil dibangun oleh Pangeran Bandung Bondowoso namun setelah melakukan perhitungan berulang-ulang kali, ternyata mereka hanya mendapatkan 999 buah Candi saja.Roro Jonggrang mendekati Sang pangeran dan mengingatkannya agar mengurungkan niatnya untuk mempersuntingnya. Setelah menyadari bahwa Roro Jonggrang bermain curang, Pangeran Bandung Bondowoso murka dan berkata seraya mengutuk Roro Jonggrang " Hai, Roro Jonggrang, karena Candi-nya kurang satu maka Engkau-lah yang harus menggenapi-nya menjadi seribu buah Candi" maka berubahlah Roro Jonggrang menjadi Candi namun Dewa Siwa mengasihinya sehingga merubahnya menjadi sebuah arca.

Demikian kisah cinta Pangeran Bandung Bondowoso dan Putri Roro Jonggrang, semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar