Cari
Sabtu, 05 Agustus 2017
Cartoons Indonesia - Bukti Kebenaran Al Quran, Ilmuan Dikejutkan Ternyata Burung Gagak Bisa Merencanakan Sesuatu
Burung Gagak bisa memilih dan memegang benda yang bisa digunakan untuk membuka sesuatu yang mereka inginkan
Tingkat kecerdasan burung-burung yang masuk dalam jenis Corvus ( seperti gagak, jays, murai dll ) tidak bisa diragukan lagi.
Tapi seperti yang dilansir dari laporan milik Ed Yong di TheAtlantic.com(15/7/2017)
Sebuah penelitian terbaru tentang burung gagak menunjukkan betapa cerdasnya binatang yang disebutkan dalam Al-qur'an ini.
Para peneliti menemukan fakta bahwa mereka dapat menunda dan merencanakan tentang apa yang akan dilakukan, sebuah keterampilan yang sebelumnya hanya ditemukan pada kera dan pada manusia berusia empat tahun ke atas.
Peneliti asal Universitas Lund bernama Mathias Osvath memelihara lima ekor gagak untuk penelitian ini di Swedia.
Mathias dan rekan-rekannya membuat percobaan dimana mereka melatih burung-burung tersebut untuk membuka sebuah kotak makanan, jika mereka bisa menjatuhkan sesuatu kedalam tabung.
Dan burung-burung gagak tersebut memilih menjatuhkan sebuah batu persegi ke dalam tabung, yang akhirnya bisa membuka kotak makanan tersebut.
Para periset kemudian memindahkan kotak itu dari penglihatan burung gagak. Satu jam kemudian, mereka memberi penampan yang dipenuhi benda-benda menarik kepada burung gagak, termasuk batu persegi tadi yang dipakai untuk membukanya.
Meski burung gagak itu tidak tahu apakah kotak makanannya sama seperti yang pertama, tapi dalam 86% percobaan, mereka kembali memilih batu persegi yang sama dari penampan untuk membukanya.
Jadi pemilihan batu persegi tersebut membuktikan bahwa burung gagak memilih benda yang memiliki kemungkinan untuk bisa mendapatkan makanan yang mereka incar.
Mereka mempublikasikan hasil penelitian tersebut di Sciencemag.org
"Katakanlah kamu merencanakan perjalanan ke London, dan kamu tahu seberapa sering hujan di sana. Jadi kamu membawa payung meski pun saat ini tidak hujan dimana kamu berada. Itulah yang sedang kita bicarakan, perencanaan berdasarkan pengalaman masa lalu, " ujar Mathias kepada TheWashingtonPost.com
Menurut Elizabeth Pennsi di ScienceMag.org, sampai sekitar satu dekade yang lalu, para peneliti percaya bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk yang terlibat dalam jenis perencanaan seperti ini.
Dan anggapan tersebut salah setelah Mathias merancang sebuah tes yang serupa dengan gagak untuk mengetahui apakah primata lain bisa melakukan perencanaan. Hasilnya, monyet tidak bisa berpikir terlalu jauh ke masa depan, sementara kera besar seperti simpanse dan orangutan menunjukkan kemampuan untuk merencanakan sesuatu.
Selama 20 tahun terakhir, para peneliti yang mempelajari burung kategori Corvus telah melihat tanda-tanda yang mengisyaratkan binatang ini mungkin bisa merencanakan sesuatu dengan baik.
Tujuan Mathias melakukan tes terbaru pada burung gagak ini adalah untuk membedakan perilaku perencanaan dari perilaku lainnya dengan cara menempatkan gagak pada situasi di luar kebiasaan normal mereka, seperti menggunakan batu untuk membuka kotak makanan.
Namun, tentu saja tidak semua orang percaya bahwa penelitian tersebut menunjukkan bahwa gagak bisa berpikir kedepan.
Peneliti family Korvet Jennifer Vonk di Universitas Oakland yang tidak berpartisipasi dalam penelitian tersebut, mengatakan "Tidak jelas bahwa pilihan preferensial ini mencerminkan perencanaan masa depan."
Mathias berharap untuk melakukan studi lebih lanjut tentang kemampuan kognitif burung. Tapi ia menganggap jenis penelitian ini membuat beberapa orang merasa tidak nyaman karena para peneliti dianggap telah mengaburkan batas antara manusia dan hewan.
"Ya, kita manusia adalah makhluk yang sangat istimewa. Tapi jika hanya itu yang kamu fokuskan, maka kamu melewatkan hal yang menakjubkan di alam." ujar Mathias.
Hasil dari penelitian terbaru ini secara tersirat membuktikan kebenaran Al-qur'an, dimana Allah SWT memerintahkan burung gagak untuk menggali-gali tanah sebagai contoh bagi golongan manusia pertama di bumi tentang bagaimana seharusnya menguburkan orang yang sudah mati.
Manusia memang seharusnya banyak mengambil pelajaran dari alam di sekitarnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar