Cari
Senin, 07 Agustus 2017
Cartoons Indobesia - Mengapa Bisa Terjadi Perang Dunia II?
Mengapa perang dunia harus kembali terjadi untuk kedua kalinya? Pemicu utama terjadinya perang ini ialah situasi dan keadaan yang menekankan Negara-Negara bersangkutan. Situasi dan keadaan yang seperti apa? Situasi dan keadaan yang tidak jauh berbeda dari perang dunia 1 sebelumnya, dimana Negara-Negara melakukan politik aliansi sebagai dampak dari dilema keamanan. Lalu siapa saja Negara-Negara tersebut? Jika saya tulis secara acak merekalah Jerman, Italia, Jepang, Austria, Rumania, Finlandia, Hungaria, Inggris, Perancis, Rusia, Amerika Serikat, Polandia, Belgia, dan negara sekutu lain (selebihnya dapat dilihat pada link yang saya cantumkan di akhir artikel ini).
Ada 2 kubu utama yang berperan dalam perang dunia 2 yaitu blok sentral dan blok sekutu. Disini saya ingin sedikit membahas terkait teori kepentingan nasional (National Interest) dimana hal ini menyebabkan istilah "tidak ada musuh yang abadi" muncul. Selama perang dunia 2 terjadi , Negara-Negara anggota blok kerap mengganti haluannya dengan kata lain jika hari ini ia mendukung blok sentral bisa jadi besok ia akan mendukung blok sekutu. Hal tersebut tergantung dengan kepentingan nasional masing-masing Negara. Setiap Negara akan menganalisis posisi mana yang harus mereka tempati untuk meraup keuntungan lebih. Hal ini terjadi pada Italia, Romania, Finland dan Bulgaria yang berpindah sisi dari blok sentral ke blok sekutu.
Setelah mengetahui situasi dan keadaan yang ada pada saat itu, inilah saatnya kita membahas mengapa perang dunia 2 tersebut hadir di tengah ketegangan Negara-Negara Eropa pasca perang dunia 1. Kegagalan LBB merupakan salah satu tahap awal pemicu hadirnya perang dunia 2. LBB adalah singkatan dari Liga Bangsa-Bangsa (League of Nations) merupakan produk yang diprakarsai oleh Presiden AS yakni Woodrow Wilson. LBB didirikan pada 10 Januari 1920 guna mendukung perjanjian perdamaian Versailles tahun 1919 yang menjadi tanda berakhirnya perang dunia 1. Namun rupanya LBB tidak dapat bekerja secara efektif pada saat itu, kegagalan terlihat dari perlombaan senjata antara blok barat dan timur dimana seharusnya berdasarkan perjanjian perdamaian masing-masing negara harus melakukan pelucutan senjata atau mengurangi kekuatan militernya untuk meredakan ketegangan. Belum lagi masalah Jepang yang keluar dari keanggotan LBB pada tahun 1932 karena tidak ingin mengembalikan Manchuria kepada China, hal ini lebih terlihat seperti pembangkangan dan badan LBB tidak mampu berbuat apa-apa. Puncak kemerosotan wibawa LBB ada pada masa perang Italia dan Ethiopia 1935-1936, ketika 50 anggota LBB memutuskan hubungan diplomatik dengan Italia namun saat itu Italia tidak bergeming dan tidak ingin menarik diri dalam perang tersebut meski telah mendapat teguran keras dari LBB. Sementara LBB ingin mengirimkan pasukan tempur untuk melawan Italia, rupanya tidak terjadi kesepakatan yang utuh dari anggota LBB sendiri, hingga pada akhirnya LBB kembali diam meratapi konflik yang terjadi di hadapannya. Sungguh bertentangan dengan visi dan misi LBB, namun itulah yang terjadi. Alhasil Negara-Negara lain semakin panik dan terus meningkatkan persenjataannya serta mencari sekutu sebab mereka tahu LBB tidak mampu berbuat apa-apa meski Negara mereka diserang nantinya.
Di tengah ketegangan tersebut, Hitler sebagai pemimpin Jerman datang memecah perang dunia 2. Ia berusaha mengambil kota Danzig yang ada di Polandia. Menurut Hitler, Danzig harus menjadi bagian dari Jerman sebab penduduknya berkebangsaan Jerman. Namun Polandia menolak bahkan justru membangun aliansi dengan Inggris, Perancis, Rumania serta Yunani dan berjanji untuk saling menjamin kemerdekaan di wilayah mereka. Alhasil Jerman pun bekerja sama dengan Rusia. Seperti yang kita tahu bahwa pada perang dunia 1 sebelumnya Jerman dan Rusia sempat berselisih, di sinilah teori national interest yang saya sebutkan sebelumnya berlaku. Tidak ada musuh yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan abadi. Rusia akhirnya sepakat dan membuat perjanjian pada 23 Agustus 1939 untuk tidak menyerang Jerman kedepannya. Pada awalnya Rusia tidak ingin terlalu ikut camput ketika Hitler menurunkan 1.750.000 pasukan beserta ratusan pesawat tempur pendukung lainnya ke Polandia pada 3 September 1939. Namun Polandia yang telah membuat perjanjian sebelumnya memaksa Inggris dan para anggota sekutu lain untuk melawan Jerman. Melihat hal tersebut Rusia juga tidak dapat berpangku tangan dan segera meluncurkan serangan ke Polandia bagian timur hingga Inggris dan Perancis tidak dapat bergeming lagi, wilayah itu dapat dikuasai oleh Rusia dalam waktu yang cukup singkat yaitu sekitar 1 bulan. Namun pada Juni 1941 setelah kejadian holocaust akhirnya Jerman mematahkan janji yang ia buat sendiri dengan USSR atau Uni Soviet, Rusia. Jerman menyerang Rusia dan Rusia kembali membalas serta membantu kemerdekaan Polandia pada masa itu. Sekali lagi, tidak ada musuh atau teman yang abadi. Jika anda tidak dapat melawan maka bergabunglah dan jika anda tidak dapat bergabung maka lawanlah.
Perang terus terjadi dan menyebar pada masa itu, penyebabnya tidak lain dan tidak bukan ialah karena politik aliansi. Negara-Negara tidak hanya bekerja sama dengan Negara tentangga atau Negara-Negara yang berada di benuanya, tapi juga ke benua lain. Oleh karenanya ketika perang di satu wilayah pecah, Negara dari wilayah lain dapat dengan mudah melakukan intervensi atau campur tangan.
Kurang lebih seperti itulah penjelasan awal mula munculnya perang dunia 2. Di sini saya hanya membantu memperjelas apa yang tidak dijelaskan oleh sumber-sumber lain mengenai latar belakang perang dunia 2, dengan kata lain saya membuatnya untuk terdengar lebih logis sehingga mudah dimengerti meski oleh pembaca awam. Untuk cerita selengkapnya serta fakta-fakta menarik lainnya terkait perang dunia 2 dapat anda temukan di link yang telah saya cantumkan pada akhir artikel ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar